Aliran ahmadiyah - Kumpulan
Headlines News :
Home » » Aliran ahmadiyah

Aliran ahmadiyah

Written By Meddy kusmadi on Jumat, 23 November 2012 | 06.37


                                                          BAB I
Pendahuluan
Paham Dan Aliran Adalah Dua Kata Yang Sering Diucapkan Dengan Maksud Yang Sama Seakan Tiada Beda. Karena Memang Keduanya Sama-Sama Mengandung Makna Adanya Suatu Pemikiran Yang Dianut Oleh Sebagian Orang Dalam Sebuah Komunitas Atau Kelompok Tertentu. Namun Demikian Ada Sisi Perbedaan Dalam Dua Kata Tersebut.
Kata Paham Lebih Berkonotasi Pada Satu Alur Pemikiran Yang Menganut Prinsip Tertentu Tidak Terorganisir Dan Tidak Memiliki Pimpinan Pusat Meskipun Mereka Memiliki Tokoh Sentral Yang Menjadi Figur Paham Tersebut. Biasanya Pengikut Suatu Paham Tertentu Adalah Orang-Orang Yang Kritis, Senang Berfikir Terbuka Dan Menyambut Baik Adanya Dialog-Dialog. Walaupun Tidak Selalu Demikian.
Sedangkan Aliran Lebih Menekankan Pada Suatu Pemahaman Yang Terorganisir Ada Ketua Pengurus Serta Anggotanya Mempunyai Aturan-Aturan Tertentu Dan Biasanya Para Anggotanya Hanya Bias Taklid Buta Dan Mengiyakan Semua Yang Dikatakan Pemimpinannya Tanpa Reserve. Dan Biasanya Pengikut Suatu Aliran Tertentu Adalah Orang-Orang Yang Berdoktrin Pikirannya Tidak Suka Dialog Serta Dogmatis Anti Kritik Dan Cenderung Merasa Paling Benar.
Di Tanah Air Kita Terdapat Bermacam-Macam Aliran Dan Paham Yang Banyak Sekali Jumlahnya. Ada Yang Berbau Agama Dan Ada Pula Yang Berkulit Pemikiran. Yang Berbau Agama Sekaligus Pemikiran Juga Ada. Akan Tetapi Dalam Makalah Ini Hanya Menbicarakan Paham Dan Aliran Yang Ada Kaitannya Dengan Islam Atau Keislam
                                                    
                                                     BAB II
                                                            Pembahasan
      
       A.       Ahmadiyah Di Indonesia
Gerakan Ahmadiyah Didirikan Oleh Mirza Ghulam Ahmad Di India. Mirza Lahir 15 Februari 1835 M. Dan Meninggal 26 Mei 1906 M Di India.
Missi Jemaat Ahmadiyah Pertama Kali Masuk Ke Indonesia Pada Tahun 1925. Latar-Belakangnya Adalah Sikap Keingin-Tahuan Beberapa Pemuda Indonesia Yang Berasal Dari Pesantren/Madrasah Thawalib Padang Panjang Sumatra Barat.
Thawalib Yang Beraliran Modern Berbeda Dengan Institusi-Institusi Islam Ortodox Pada Masa Itu. Misalnya Para Santrinya Tidak Hanya Mendalami Bahasa Arab Maupun Arab Melayu Tetapi Juga Sudah Diperkenankan Membaca Tulisan Latin.
Beberapa Santrinya Membaca Di Dalam Sebuah Surat-Kabar Tentang Orang Inggris Yang Masuk Islam Di London Melalui Seorang Da’i Islam Berasal Dari India Khwaja Kamaluddin. Hal Ini Sangat Menarik Perhatian Mereka. Dan Inilah Yang Mendorong Beberapa Santri. Untuk Mencari Tokoh Itu. Zaini Dahlan, Abu Bakar Ayyub, Dan Ahmad Nuruddin Adalah Tiga Orang Santri Thawalib Yang Berangkat. Mereka Sampai Di Lahore Masa Itu Masih India Kini Masuk Wilayah Pakistan Pada Tahun 1923.
Dari Lahore Mereka Lebih Dalam Masuk Ke Qadian Dan Berdialog Dengan Pimpinan Jemaat Ahmadiyah Pada Saat Itu Khalifatul Masih Ii Ra. Dan Akhirnya Mereka Bai’at Dan Belajar Di Qadian Mendalami Ahmadiyah.
Atas Permohonan Mereka Kepada Khalifatul Masih Ii Maka Dikirimlah Utusan Pertama Jemaat Ahmadiyah Ke Indonesia Pada Tahun 1925.
Pusat Jemaat Ahmadiyah Indonesia Sejak Tahun 1935 Berada Di Jakarta. Dan Pada Tahun 1987 Pindah Ke Parung, Bogor.
Ahmadiyah Masuk Di Indonesia Tahun 1935, Kini Sudah Mempunyai Sekitar 200 Cabang, Terutama Di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Barat, Palembang, Bengkulu, Bali.
Aliran Sesat Ahmadiyah Sudah Banyak Dilarang Secara Local/Daerah, Tetapi Belum Secara Nasional. Lpii Dan Majlis Ulama’ Indonesia Serta Organisasi-Organisasi Islam Tingkat Pusat Sudah Mengirim Surat Kepada Pemerintah. Kejaksaan Agung Ri Tapi Belum Berhasil Dan Masih Memerlukan Perjuangan Yang Lebih Intensif Lagi.
Ahmadiyah Indonesia Mempunyai Dana Yang Cukup Besar Untuk Membiayai Kegiatan Mereka. Untuk Menggaji Pegawainya Saja Sekitar Rp.60.000.000 (Enam Puluh Juta Rupiah) Bulan.
Mereka Telah Mempunyai Internet Untuk Menyebarkan Propaganda Dipusat Di Parung. Di Tasikmalaya Dan Garut Jawa Barat. Setiap Ceramah Yang Diberikan Oleh Kholifah Mereka Di London Di Siarkan Langsung Oleh Internet Mereka Di Tiga Tempat Tersebut Dan Langsung Diterjemahkan Dalam Bahasa Indonesia.








1.     Sejarah Pendiri
Mirza Ghulam Ahmad Yang Lahir Pada Tahun 1839m Menceritakan Bahwa Ayahnya Bernama Atha Murtadha Berkebangsaan Mongol. Namun Anehnya, Ia Juga Mengatakan “Keluarga Dari Mongol, Tetapi Berdasarkan Firman Allah Tampaknya Keluargaku Berasal Dari Persia Dan Aku Yakin Ini. Sebab Tidak Ada Yang Mengetahui Seluk-Beluk Keluargaku Seperti Berita Yang Datang Dari Allah Ta’ala.
Dia Juga Pernah Berkata Aku Pernah Membaca Beberapa Tulisan Ayahku Dan Kakekku Kalau Mereka Berasal Dari Suku Mongol Tetapi Allah Mewahyukan Kepadaku Bahwa Aku Dari Bangsa Persia Ghulam Ahmad. Yang Anehnya Lagi Ia Juga Pernah Mengaku Sebagai Keturunan Fathimah Bin Muhammad. Aneh Memang Jika Kita Menelusuri Asal Usul Mirza Ghulam Ahmad. Dari Asal-Usul Yang Gak Jelas Inilah Yang Kemudian Lahir Juga Pemahaman-Pemahamanyang Aneh Dan Menyesatkan. Keadaan Keluarga Mirza Ghulam Ahmad Pendiri Jamaah Ahmadiyah Ini menceritakan Keadaan Keluarganya Yang Ditulisnya di Karangannya Ia Berkata, “Ayahku Memiliki Kedudukan Dikantor Pemerintahan. Dia Termasuk Orang Yang Dipercaya Pemerintah Inggris. Dia Juga Pernah Membantu Pemerintah Untuk Memberontak Penjajah Inggris Dengan Memberikan Bantuan Kuda Dan Pasukan. Namun Sesudah Itu Keluargaku Mengalami Krisis Dan Kemunduran Sehingga Menjadi Petani Yang Melarat.







Banyak Dari Kalangan Ulama Pada Masanya Yang Menentang Ajaran-Ajaran Ahmadiyah Ini. Bukannya Membantah Dengan Bukti-Bukti Mirza Ghulam Ahmad Malah Menghina Dengan Mengatakan Orang-Orang Yang Menentangku Mereka Lebih Najis Dari Babi. Ia Juga Pernah Mengatakan Sesungguhnya Muhammad Hanya Memiliki Tiga Ribu Mukjizat Saja Sedangkan Aku Memiliki Lebih Dari Satu Juta Jenis. Tidak Puas Menghina Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam. Mirza Ghulam Ahmad Juga Menghina Nabi Isa Dengan Mengatakan. Sesungguhnya Isa Tidak Mampu Mengatakan Dirinya Sebagai Orang Sholih, Sebab Orang-Orang Mengetahui Kalau Dia Suka Minum-Minuman Keras Dan Perilakunya Tidak Baik.
Masih Tidak Puas Dengan Hal Tersebut Mirza Ghulam Ahmad Juga Mengatakan Isa Cenderung Menyukai Para Pelacur Karena Nenek-Neneknya Adalah Termasuk Pelacur. Dan Yang Sangat Mengherankan Adalah Pada Kesempatan Lain Ia Juga Bersabda Dalam Hadits Palsunya, Sesungguhnya Celaan Makian Bukanlah Perangai Orang-Orang Shiddiq (Benar). Dan Orang-Orang Yang Beriman Bukanlah Orang Yang Suka Melaknat. Masih Dalam Rangkaian Kebejatan Mirza Ghulam Ahmad Rupanya Orang Yang Diagung-Agungkan Dan Merupakan Dedengkot Ahmadiyah Ini Tidak Hanya Menghina Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam Tetapi Ditambahkan Lagi Dengan Menghina Para Sahabat Rasulullah Seperti Abu Hurairah Radhiallahu’anhu. Mirza Ghulam Ahmad Mengatakan Abu Hurairah Adalah Orang Yang Dungu Dia Tidak Memiliki Pemahaman Yang Lurus. Sementara Itu Ditempat Lain Ia Mengatakan. Sesungguhnya Ingatanku Sangat Buruk Aku Lupa Siapa Saja Yang Sering Menemui Aku.

Kematian Mirza Ghulam Ahmad Tidak Sedikit Para Ulama Yang Menentang Dan Berusaha Menasehati Mirza Ghulam Ahmad Agar Ia Bertaubat Dan Menghentikan Dakwah Sesatnya Itu. Namun Usaha Itu Tidak Juga Membuat Dedengkot Ahmadiyah Ini Surut Dalam Menyebarkan Kesesatannya. Syeikh Tsanaullah Adalah Satu Diantara Sekian Banyak Ulama Yang Berusaha Keras Menentangnyadan Menasehatinya. Merasa Terganggu Dengan Usaha Syeikh Tsanaullah Tersebut Mirza Ghulam Ahmad Mengirimkan Sebuah Surat Kepada Syeikh Tsanaullah Yang Berisi Tentang Keyakinan Hatinya Bahwa Ia Adalah Seorang Nabi Bukan Pendusta Bukan Pula Dajjal Sebagaimana Julukan Yang Diarahkan Kepadanya Oleh Para Ulama.
Ia Juga Mengatakan Bahwa Sesungguhnya Yang Mendustakan Kenabiannya Itulah Pendusta Yang Sesungguhnya. Diakhir Suratnya Itu Ia Berdo’a Dengan Mengatakan, “Wahai Allah Yang Maha Mengetahui Rahasia-Rahasia Yang Tersimpan Dalam Hati. Jika Aku Seorang Pendusta. Pelaku Kerusakan Dalam Pandangan-Mu Suka Membuat Kedustaan Atas Nama-Mu Pada Siang Dan Malam Hari Maka Binasakanlah Aku Saat Tsanaullah Masih Hidup Dan Berilah Kegembiraan Kepada Para Pengikutnya Dengan Sebab Kematianku. Wahai Allah Jika Aku Benar Sedangkan Tsanaullah Berada Diatas Kebathilan Pendusta Pada Tuduhan Yang Diarahkan Kepadaku. Maka Binasakanlah Dia Dengan Penyakit Ganas. Dan Ternyata Allah ‘Azza Wa Jalla Mendengar Doa Setelah 13 Bulan Lebih Sepuluh Hari Setelah Do’a Itu Yakni Pada Tanggal 26 Mei 1908. Mirza Ghulam Ahmad Dibinasakan Oleh Allah Dengan Penyakit Kolera Yang Diharapkan Menimpa Syeikh Tsanaullah. Sementara Itu Syeikh Tsanaullah Masih Hidup Sekitar 40 Tahun Setelah Kematian Mirza Ghulam Ahmad.
Setelah Wafatnya Pendiri Jamaah Ahmadiyah Gerakan Ini Dipimpin Oleh Para Khalifah:
      1.       Khalifah Masih I            : Hazrat Maulvi Nuruddin (1908-1914)
      2.       Khalifah Masih II           : Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad (1914-1965)
      3.       Khalifah Masih III                  : Hazrat Hafiz Nasir Ahmad (1965-1983)
      4.       Khalifah Masih Iv                    : Mirza Tahir Ahmad (1983-2003)


       2.   Pokok-Pokok Ajaran Ahmadiyah Yang Bertentangan Dengan Islam
         Berdasarkan Dalil Aqli :
       A.      Mirza Ghulam Ahmad Mengakui Dirinya Nabi Dan Rosul Utusan Tuhan. Dia Mengaku Dirinya Menerima Wahyu Yang Turunnya Di India. Kemudian Wahyu-Wahyu Itu Dikumpulkan Seluruhnya Sehingga Merupakan Sebuah Kitab Suci Dan Mereka Beri Nama Kitab Suci Tadzkirah. Tadzkirah Itu Lebih Besar Dari Pada Kitab Suci Al-Qur’an.
       B.      Mereka Meyakini Bahwa Kitab Suci Tadzkirah Sama Sucinya Dengan       Kitab Suci Al-Qur’an Karena Sama-Sama Wahyu Dari Allah.
       C.        Wahyu Tetap Turun Sampai Hari Kiamat Begitu Juga Nabi Dan Rasul       Tetap Diutus Sampai Hari Kiamat Juga.
       D.      Mereka Mempunyai Tempat Suci Sendiri Yaitu Qadian Dan Rabwah.
       E.       Mereka Mempunyai Surga Sendiri Yang Letaknya Di Qadian Dan   Rabwah Dan Sertivikat Kavling Surga Tersebut Dijual Kepada            Jamaahnya Dengan Harga Yang Sangat Mahal.
       F.       Wanita Ahmadiyah Haram Nikah Dengan Laki-Laki Yang Bukan    Ahmadiyah, Tetapi Lelaki Ahmadiyah Boleh Kawin Dengan Perempuan    Yang Bukan Ahmadiyah.
       G.        Tidak Boleh Bermakmum Dengan Di Belakang Imam Yang Bukan             Ahmadiyah.
       H.      Ahmadiyah Mempunyai Tanggal, Bulan, Dan Tahun Sendiri, Yaitu Nama           Bulan:
                   1.Suluh
                   2.Tabligh
                   3.Aman
                   4. Syahadah
                   5.Hijrah 6. Ikhsan
                   7. Wafa
                   8. Zuhur
                   9.Tabuk
                   10.Ikha
                   11.Nubuwah
                   12.Fatah.
                    Nama Tahun Mereka Adalah Hijri Syamsi (Disingkat Hs).
                              Ajaran Mereka Menganggap Kita (Yang Bukan Pengikut Ahmadiyyah                                    Itu Kafir. Makanya Hal Itulah Yang Bertentangan Dengan Akidah Islam                           Yang Benar.







                                                               BAB III
                                                              Penutup
Kesimpulan:
Mirza Ghulam Ahmad Mengakui Dirinya Nabi Dan Rosul Utusan Tuhan. Dia Mengaku Dirinya Menerima Wahyu Yang Turunnya Di India, Kemudian Wahyu-Wahyu Itu Dikumpulkan Seluruhnya, Sehingga Merupakan Sebuah Kitab Suci Dan Mereka Beri Nama Kitab Suci Tadzkirah. Tadzkirah Itu Lebih Besar Dari Pada Kitab Suci Al-Qur’an.
Ahmadiyah Mempunyai Tanggal, Bulan, Dan Tahun Sendiri, Yaitu Nama Bulan: 1.Suluh 2.Tabligh 3.Aman 4. Syahadah 5.Hijrah 6. Ikhsan 7. Wafa 8. Zuhur 9.Tabuk 10.Ikha 11.Nubuwah 12.Fatah. Sedang Nama Tahun Mereka Adalah Hijri Syamsi (Disingkat Hs).
Ajaran Mereka Menganggap Kita (Yang Bukan Pengikut Ahmadiyyah) Itu Kafir. Makanya, Hal Itulah Yang Bertentangan Dengan Akidah Islam Yang Benar.

Ahmadiyah Masuk Di Indonesia Tahun 1935, Terutama Di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, Ntb Dan Lain-Lain.
Aliran Sesat Ahmadiyah Sudah Banyak Dilarang Secara Local Daerah, Tetapi Belum Secara Nasional. Lpii Dan Majlis Ulama’ Indonesia Serta Organisasi-Organisasi Islam Tingkat Pusat Sudah Mengirim Surat Kepada Pemerintah. Kejaksaan Agung Ri Tapi Belum Berhasil Dan Masih Memerlukan Perjuangan Yang Lebih Intensif Lagi.


                                                            PERPUTAKAAN
H. Harto Ahmad Jaiz, Aliran Dan Paham Sesat Di Indonesia Jakarta. Pustaka Al-            Kautsar 2002.
Ahmad syalabi. Mausu’atut-Tarikhil-islami wal-Hadaratil-Islamiyyah. JuzIII,    Qaihrah: Maktabah an-Nahdatul-Misriyah,1978.
Zuhrul-Islami. JuzIV. Qahirah:Maktabah an-nahdatul-Misriyah,1964.
Ali, Maulana Muhammad.Mirza Ghulam Ahmad of Qadian: His Life and Mission. Lahore : Ahmadiyyah Anjuman Isha’at Islam, 1959.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

naruto

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Kumpulan - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template