Sejarah turun alquran - Kumpulan
Headlines News :
Home » » Sejarah turun alquran

Sejarah turun alquran

Written By Meddy kusmadi on Jumat, 23 November 2012 | 06.59

BAB I
PENDAHULUAN
A .Latar Belakang
Sebagaimana kita ketahui Alquran diturunkan bagi umat manusia untuk mengajak kita berbaik sangka pada Allah, bertawakal  pada-Nya, percaya akan janji Allah. Alquran adalah sebagai sumber hukum Islam yang pokok, sebagian besar isi dalam kandungan Alquran itu membahas mengenai peraturan-peraturan dalam kehidupan manusia sebagai perintah Allah.
Alquran diturunkan dengan menggunakan Bahasa Arab, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantara malaikat Jibril secara berangsur-angsur. Kemudian islam mempergunakan kata Alquran itu untuk nama kitab sucinya. Al-Quran juga memberikan petunjuk dalam persoalan-persoalan akidah, syariah, dan akhlak, dengan jalan meletakkan dasar-dasar prinsip mengenai persoalan-persoalan tersebut dan Allah SWT menugaskan Rasul saw untuk memberikan keterangan yang lengkap mengenai dasar-dasar itu.
Penulisan Al-Qur’an terjadi pada masa Nabi Muhammad Saw dan pada masa khulafa al-rasyidin yaitu : masa khalifah abu bakar, umar bin khatab dan usman bin affan.
      Makalah ini disusun berdasarkan tugas yang kami terima dari dosen, sebagai bahan bacaan buat kami maupun bagi para pembaca dalam sebuah ilmu pengetahuan tentang sejarah turunnya dan penulisan al-Qur’an.
B. Rumusan masalah
      Adapun rumusan masalah dalam penyusunan makalah ini adalah :
Ø  Bagaimana sejarah turunnya Al-Qur’an ?
Ø  Kapan penulisan Al-Qur’an itu terjadi ?
Ø  Apa hikmah Al Qur’an secara berangsur-angsur ?

C. Tujuan

Ø  Mengetahui seluk beluk tentang sejarah Al-Qur’an
Ø  Mengetahui hikmah Al Qur’an dan kapan terjadinya penulisan Al-Qur’an
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sejarah Turunnya Al-Qur’an
1.      Pengertian al-qur’an
Dikalangan ulama, terdapat beberapa pendapat tentanga asal kata al-qur’an, diantara nya yaitu sebagai berikut ;
a.       Asy-syafi’i berpendapat bahwa kata al-qur’an itu ditulis dan dibaca tanpa hamzah (al-quran bukan al-qur’an ) serta tidak diambil dari kata lain.
b.      Al-lihyani berpendapat bahwa lafal al-qur’an itu menggunakan huruf hamzah. Yaitu bentuk masdar dari kata qoroa yang berarti membaca.
c.       Dr.Shubhi ash-shalih dalam kitabnya mabahis fi ‘Ulum al-qur’an, mengemukakan bahwa pendapat yang paling kuat adalah lafal al-qur’an itu masdar dan sinonim dengan lafal qira’ah, sebagaimana dalam surah al-qiyamah ayat 17-18.
Menurut istilah terminologi al-qur’an adalah kalam allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat jibril, menjadi mukjizat atas kenabiannya, tertulis dalam bahasa arab yang sampai kepada kita dengan jalan mutawwatir dan membaca nya merupakan ibadah.
                        Yang demikian itu dimaksudkan agar memberikan kesan bahwa ajaran-ajaran         Al-Quran dan hukum-hukum yang tercakup didalamnya merupakan satu kesatuan             yang harus ditaati oleh penganut-penganutnya secara keseluruhan tanpa ada    pemisahan antara satu dengan yang lainnya. Dalam menerangkan masalah-     masalah filsafat dan metafisika, Al-Quran tidak menggunakan istilah filsafat dan        logika. Juga dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan. Yang         demikian ini membuktikan bahwa Al-Quran tidak dapat dipersamakan dengan             kitab-kitab yang dikenal manusia.

2.      Menjelang turunnya Al-qur’an
Menjelang diutusnya muhammad saw dan turunnya al-qur’an, dibelahan dunia timur dan barat terdapat dua kerajaan adidaya, yaitu kerajaan romawi yang didominasi oleh  agama kristen sedangkan persia didominasi oleh agama zoroaster.
Kedua kerajaan ini sangat kacau dan biadab. Masyarakat romawi suka berfoya-foya dan melakukan kekerasan.demikian pula kerajaan masyarakat persia. Pada abad ke 5 diwilayah ini muncul suatu aliran mazdab, yang menghalalkan harta benda dan wanita dengan bebas.
Jazirah arab, diamana muhammad dilahirkan dan al-qur’an diturunkan, berada diluar kedua kerajaan besar tersebut. Daerah ini tidak pernah masuk dalam wilayah kekuasaan salah satu kedua kerajaan adidayaitu, walaupun daerah itu selalu menjadi sasaran ekspansi keduanya. Namun, daerah ini tetap tidak pernah mereka kuasai.
Disebabkan karena jauhnya jazirah arab dari pusat kerajaan romawi dan Persia ditambah dengan tidak pernahnya wilayah ini mereka kuasai, maka tentu pengaruh dan kebobrokan budaya kedua kerajaan adaidaya ini tidak banyak pengaruhnya terhadap masyarakat arab.
Inilah salah satu alasan atau hikmah kenapa al-qur’an diturunkan di jazirah arab.dimana terlihat,bahwa wilayah ini merupakan lahan yang masih subur dan siap menerima al-qur’an. Kecintaan mereka kepada kejujuran dan kepolosan mereka membuat mereka dengan mudah menerima ajaran islam. Selain itu, ditambah pula dengan bahasa arab,yang menjadi bahasa mereka sehari-hari,lebih mapan bila dibandingkan dengan agam lain.
Sebelum al-qur’an diturunkan , ditengah-tengah masyarakat arab terdapat budaya, adat, dan tradisi  seperti : sistem pernikahan, hukuman atas pelaku kejahatan, sistem waris dan kebiasaan dalam keluarga. Al-qur’an turun merespon sistem kebudayaan dan kepercayaan tersebut. Ia meluruskan penyimpangan-penyimpangan, menghapuskan tradisi yang tidak manusiawi, melakukan perubahan terhadap suatu sistem dan atau menerima suatu tradisi yang dianggap baik.
3.      Sejarah Turunnya Al-qur’an
Al Quran diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Al Quran terdiri dari 30 Juz, 6666 ayat, 114 surah dan diturunkan setahap demi setahap selama kurang lebih dua puluh tiga tahun.
Al Quran yang telah diturunkan ini kemudian diajarkan kepada keluarga dan sahabat-sahabat nabi terlebih dahulu sebelum akhirnya disyiarkan secara terang-terangan kepada masyarakat luas. Pada awalnya Al Quran ini hanya dituliskan pada media seadanya saja seperti kulit unta, tulang binatang dan lain-lain, mengingat pada zaman itu belum ditemukan manfaat kertas sebagai media untuk menuliskan Al Quran.
        Allah menurunkan al-qur’an kepada rosul kita untuk memberi petunjuk kepada manusia. Turunnya qur’an merupakan peristiwa besar yang sekaligus menyatakan kedudukannya bagi penghuni langit dan penghuni bumi. Turunnya al-qur’an yang pertama kali pada malam lailatul qadar merupakan pemberitahuan kepada alam tingkat tinggi yang terdiri dari malaikat-malaikat akan kemuliaan umat muhammad. Turunnya al-qur’an yang kedua kali secara bertahap, berbeda dengan kitab-kitab yang turun sebelumnya, sangat mengagetkan orang dan menimbulkan keraguan terhadapnya sebelum jelas bagi mereka rahasia hikmah ilahi yang ada dibalik itu. Oleh karena itu wahyu pun turun berangsur-angsur untuk menguatkan hati rasulullah dan menghiburnya serta mengikuti peristiwa dan kejadian-kejadian sampai allah menyempurnakan agama ini dan mencukupkan nikmat nya.
Al-qur’an muilai diturunkan kepada nabi ketika nabi sedang berkhalwat di gua hira pada malam senin, bertepatan pada tanggal 17 ramadhan, tahun 41 dari kelahiran muhammad saw (6 agustus 610 M). Al-qur’an itu sampai kepada nabi melalu tiga tahap,yaitu :
a.       Penyampaian al-qur’an dari allah kepada lawh al-mahfuzh.
Maksudnya sebelum al-qur’an disampaikan kepada rasullullah, sebagai utusan allah terhadap manusia,ia terlebih dahulu disampaikan kepada lawh mahfuzh
b.      Turunnya al-qur’an kelangit pertama dengan sekaligus
Dilangit pertama itu, ia disimpan pada bayt al-‘izzah. Bertepatan pada malam qadar seperti yang dijelaskan dalam surat al-qadr(97)ayat 1,ad-dukhan(44) ayat 3 dan al-baqarah (2)ayat 1853
c.       Turunnya al-qur’an dari bayt al-‘izzah secara berangsur-angsur kepada nabi muhammad melalui jibril selama 22 tahun 2 bulan 22 hari atau selama 23 tahun. Jibril menyampaikan wahyu kedalam hati nabi, sehinghga setiap kali wahyu itu disampaikan beliau langsung menghapal nya.




Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

naruto

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Kumpulan - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template