Pendahuluan
Paham Dan
Aliran Adalah Dua Kata Yang Sering Diucapkan Dengan Maksud Yang Sama Seakan
Tiada Beda. Karena Memang Keduanya Sama-Sama Mengandung Makna Adanya Suatu
Pemikiran Yang Dianut Oleh Sebagian Orang Dalam Sebuah Komunitas Atau Kelompok
Tertentu. Namun Demikian Ada Sisi Perbedaan Dalam Dua Kata Tersebut.
Kata Paham
Lebih Berkonotasi Pada Satu Alur Pemikiran Yang Menganut Prinsip Tertentu Tidak
Terorganisir Dan Tidak Memiliki Pimpinan Pusat Meskipun Mereka Memiliki Tokoh
Sentral Yang Menjadi Figur Paham Tersebut. Biasanya Pengikut Suatu Paham
Tertentu Adalah Orang-Orang Yang Kritis, Senang Berfikir Terbuka Dan Menyambut
Baik Adanya Dialog-Dialog. Walaupun Tidak Selalu Demikian.
Sedangkan Aliran
Lebih Menekankan Pada Suatu Pemahaman Yang Terorganisir Ada Ketua Pengurus
Serta Anggotanya Mempunyai Aturan-Aturan Tertentu Dan Biasanya Para Anggotanya
Hanya Bias Taklid Buta Dan Mengiyakan Semua Yang Dikatakan Pemimpinannya Tanpa
Reserve. Dan Biasanya Pengikut Suatu Aliran Tertentu Adalah Orang-Orang Yang
Berdoktrin Pikirannya Tidak Suka Dialog Serta Dogmatis Anti Kritik Dan
Cenderung Merasa Paling Benar.
Di Tanah Air
Kita Terdapat Bermacam-Macam Aliran Dan Paham Yang Banyak Sekali Jumlahnya. Ada
Yang Berbau Agama Dan Ada Pula Yang Berkulit Pemikiran. Yang Berbau Agama
Sekaligus Pemikiran Juga Ada. Akan Tetapi Dalam Makalah Ini Hanya Menbicarakan
Paham Dan Aliran Yang Ada Kaitannya Dengan Islam Atau Keislam
BAB II
Pembahasan
A. Ahmadiyah Di Indonesia
Gerakan
Ahmadiyah Didirikan Oleh Mirza Ghulam Ahmad Di India. Mirza Lahir 15 Februari
1835 M. Dan Meninggal 26 Mei 1906 M Di India.
Missi Jemaat
Ahmadiyah Pertama Kali Masuk Ke Indonesia Pada Tahun 1925. Latar-Belakangnya
Adalah Sikap Keingin-Tahuan Beberapa Pemuda Indonesia Yang Berasal Dari
Pesantren/Madrasah Thawalib Padang Panjang Sumatra Barat.
Thawalib Yang
Beraliran Modern Berbeda Dengan Institusi-Institusi Islam Ortodox Pada Masa
Itu. Misalnya Para Santrinya Tidak Hanya Mendalami Bahasa Arab Maupun Arab
Melayu Tetapi Juga Sudah Diperkenankan Membaca Tulisan Latin.
Beberapa
Santrinya Membaca Di Dalam Sebuah Surat-Kabar Tentang Orang Inggris Yang Masuk
Islam Di London Melalui Seorang Da’i Islam Berasal Dari India Khwaja
Kamaluddin. Hal Ini Sangat Menarik Perhatian Mereka. Dan Inilah Yang Mendorong
Beberapa Santri. Untuk Mencari Tokoh Itu. Zaini Dahlan, Abu Bakar Ayyub, Dan
Ahmad Nuruddin Adalah Tiga Orang Santri Thawalib Yang Berangkat. Mereka Sampai
Di Lahore Masa Itu Masih India Kini Masuk Wilayah Pakistan Pada Tahun 1923.
Dari Lahore
Mereka Lebih Dalam Masuk Ke Qadian Dan Berdialog Dengan Pimpinan Jemaat
Ahmadiyah Pada Saat Itu Khalifatul Masih Ii Ra. Dan Akhirnya Mereka Bai’at Dan
Belajar Di Qadian Mendalami Ahmadiyah.
Atas Permohonan
Mereka Kepada Khalifatul Masih Ii Maka Dikirimlah Utusan Pertama Jemaat
Ahmadiyah Ke Indonesia Pada Tahun 1925.
Pusat Jemaat
Ahmadiyah Indonesia Sejak Tahun 1935 Berada Di Jakarta. Dan Pada Tahun 1987
Pindah Ke Parung, Bogor.
Ahmadiyah Masuk
Di Indonesia Tahun 1935, Kini Sudah Mempunyai Sekitar 200 Cabang, Terutama Di
Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Barat, Palembang, Bengkulu, Bali.
Aliran Sesat
Ahmadiyah Sudah Banyak Dilarang Secara Local/Daerah, Tetapi Belum Secara
Nasional. Lpii Dan Majlis Ulama’ Indonesia Serta Organisasi-Organisasi Islam
Tingkat Pusat Sudah Mengirim Surat Kepada Pemerintah. Kejaksaan Agung Ri Tapi
Belum Berhasil Dan Masih Memerlukan Perjuangan Yang Lebih Intensif Lagi.
Ahmadiyah
Indonesia Mempunyai Dana Yang Cukup Besar Untuk Membiayai Kegiatan Mereka.
Untuk Menggaji Pegawainya Saja Sekitar Rp.60.000.000 (Enam Puluh Juta Rupiah)
Bulan.
Mereka Telah
Mempunyai Internet Untuk Menyebarkan Propaganda Dipusat Di Parung. Di
Tasikmalaya Dan Garut Jawa Barat. Setiap Ceramah Yang Diberikan Oleh Kholifah
Mereka Di London Di Siarkan Langsung Oleh Internet Mereka Di Tiga Tempat
Tersebut Dan Langsung Diterjemahkan Dalam Bahasa Indonesia.
1. Sejarah Pendiri
Mirza Ghulam
Ahmad Yang Lahir Pada Tahun 1839m Menceritakan Bahwa Ayahnya Bernama Atha Murtadha
Berkebangsaan Mongol. Namun Anehnya, Ia Juga Mengatakan “Keluarga Dari Mongol,
Tetapi Berdasarkan Firman Allah Tampaknya Keluargaku Berasal Dari Persia Dan
Aku Yakin Ini. Sebab Tidak Ada Yang Mengetahui Seluk-Beluk Keluargaku Seperti
Berita Yang Datang Dari Allah Ta’ala.
Dia Juga Pernah
Berkata Aku Pernah Membaca Beberapa Tulisan Ayahku Dan Kakekku Kalau Mereka
Berasal Dari Suku Mongol Tetapi Allah Mewahyukan Kepadaku Bahwa Aku Dari Bangsa
Persia Ghulam Ahmad. Yang Anehnya Lagi Ia Juga Pernah Mengaku Sebagai Keturunan
Fathimah Bin Muhammad. Aneh Memang Jika Kita Menelusuri Asal Usul Mirza Ghulam
Ahmad. Dari Asal-Usul Yang Gak Jelas Inilah Yang Kemudian Lahir Juga
Pemahaman-Pemahamanyang Aneh Dan Menyesatkan. Keadaan Keluarga Mirza Ghulam
Ahmad Pendiri Jamaah Ahmadiyah Ini menceritakan Keadaan Keluarganya Yang
Ditulisnya di Karangannya Ia Berkata, “Ayahku Memiliki Kedudukan Dikantor
Pemerintahan. Dia Termasuk Orang Yang Dipercaya Pemerintah Inggris. Dia Juga
Pernah Membantu Pemerintah Untuk Memberontak Penjajah Inggris Dengan Memberikan
Bantuan Kuda Dan Pasukan. Namun Sesudah Itu Keluargaku Mengalami Krisis Dan
Kemunduran Sehingga Menjadi Petani Yang Melarat.
Banyak Dari
Kalangan Ulama Pada Masanya Yang Menentang Ajaran-Ajaran Ahmadiyah Ini.
Bukannya Membantah Dengan Bukti-Bukti Mirza Ghulam Ahmad Malah Menghina Dengan
Mengatakan Orang-Orang Yang Menentangku Mereka Lebih Najis Dari Babi. Ia Juga
Pernah Mengatakan Sesungguhnya Muhammad Hanya Memiliki Tiga Ribu Mukjizat Saja
Sedangkan Aku Memiliki Lebih Dari Satu Juta Jenis. Tidak Puas Menghina
Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam. Mirza Ghulam Ahmad Juga
Menghina Nabi Isa Dengan Mengatakan. Sesungguhnya Isa Tidak Mampu Mengatakan
Dirinya Sebagai Orang Sholih, Sebab Orang-Orang Mengetahui Kalau Dia Suka
Minum-Minuman Keras Dan Perilakunya Tidak Baik.
Masih Tidak
Puas Dengan Hal Tersebut Mirza Ghulam Ahmad Juga Mengatakan Isa Cenderung
Menyukai Para Pelacur Karena Nenek-Neneknya Adalah Termasuk Pelacur. Dan Yang
Sangat Mengherankan Adalah Pada Kesempatan Lain Ia Juga Bersabda Dalam Hadits
Palsunya, Sesungguhnya Celaan Makian Bukanlah Perangai Orang-Orang Shiddiq
(Benar). Dan Orang-Orang Yang Beriman Bukanlah Orang Yang Suka Melaknat. Masih
Dalam Rangkaian Kebejatan Mirza Ghulam Ahmad Rupanya Orang Yang
Diagung-Agungkan Dan Merupakan Dedengkot Ahmadiyah Ini Tidak Hanya Menghina
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam Tetapi Ditambahkan Lagi Dengan Menghina
Para Sahabat Rasulullah Seperti Abu Hurairah Radhiallahu’anhu. Mirza Ghulam
Ahmad Mengatakan Abu Hurairah Adalah Orang Yang Dungu Dia Tidak Memiliki
Pemahaman Yang Lurus. Sementara Itu Ditempat Lain Ia Mengatakan. Sesungguhnya
Ingatanku Sangat Buruk Aku Lupa Siapa Saja Yang Sering Menemui Aku.
Kematian Mirza
Ghulam Ahmad Tidak Sedikit Para Ulama Yang Menentang Dan Berusaha Menasehati
Mirza Ghulam Ahmad Agar Ia Bertaubat Dan Menghentikan Dakwah Sesatnya Itu.
Namun Usaha Itu Tidak Juga Membuat Dedengkot Ahmadiyah Ini Surut Dalam
Menyebarkan Kesesatannya. Syeikh Tsanaullah Adalah Satu Diantara Sekian Banyak
Ulama Yang Berusaha Keras Menentangnyadan Menasehatinya. Merasa Terganggu
Dengan Usaha Syeikh Tsanaullah Tersebut Mirza Ghulam Ahmad Mengirimkan Sebuah
Surat Kepada Syeikh Tsanaullah Yang Berisi Tentang Keyakinan Hatinya Bahwa Ia
Adalah Seorang Nabi Bukan Pendusta Bukan Pula Dajjal Sebagaimana Julukan Yang
Diarahkan Kepadanya Oleh Para Ulama.
Ia Juga
Mengatakan Bahwa Sesungguhnya Yang Mendustakan Kenabiannya Itulah Pendusta Yang
Sesungguhnya. Diakhir Suratnya Itu Ia Berdo’a Dengan Mengatakan, “Wahai Allah
Yang Maha Mengetahui Rahasia-Rahasia Yang Tersimpan Dalam Hati. Jika Aku
Seorang Pendusta. Pelaku Kerusakan Dalam Pandangan-Mu Suka Membuat Kedustaan
Atas Nama-Mu Pada Siang Dan Malam Hari Maka Binasakanlah Aku Saat Tsanaullah
Masih Hidup Dan Berilah Kegembiraan Kepada Para Pengikutnya Dengan Sebab
Kematianku. Wahai Allah Jika Aku Benar Sedangkan Tsanaullah Berada Diatas
Kebathilan Pendusta Pada Tuduhan Yang Diarahkan Kepadaku. Maka Binasakanlah Dia
Dengan Penyakit Ganas. Dan Ternyata Allah ‘Azza Wa Jalla Mendengar Doa Setelah
13 Bulan Lebih Sepuluh Hari Setelah Do’a Itu Yakni Pada Tanggal 26 Mei 1908.
Mirza Ghulam Ahmad Dibinasakan Oleh Allah Dengan Penyakit Kolera Yang
Diharapkan Menimpa Syeikh Tsanaullah. Sementara Itu Syeikh Tsanaullah Masih
Hidup Sekitar 40 Tahun Setelah Kematian Mirza Ghulam Ahmad.
Setelah Wafatnya Pendiri Jamaah
Ahmadiyah Gerakan Ini Dipimpin Oleh Para Khalifah:
1. Khalifah
Masih I : Hazrat Maulvi
Nuruddin (1908-1914)
2. Khalifah
Masih II :
Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad (1914-1965)
3. Khalifah
Masih III : Hazrat Hafiz Nasir Ahmad (1965-1983)
4. Khalifah
Masih Iv : Mirza Tahir Ahmad (1983-2003)
2. Pokok-Pokok Ajaran Ahmadiyah Yang Bertentangan Dengan
Islam
Berdasarkan
Dalil Aqli :
A. Mirza Ghulam Ahmad Mengakui Dirinya Nabi Dan Rosul
Utusan Tuhan. Dia Mengaku Dirinya Menerima Wahyu Yang Turunnya Di India.
Kemudian Wahyu-Wahyu Itu Dikumpulkan Seluruhnya Sehingga Merupakan Sebuah Kitab
Suci Dan Mereka Beri Nama Kitab Suci Tadzkirah. Tadzkirah Itu Lebih Besar Dari
Pada Kitab Suci Al-Qur’an.
B. Mereka Meyakini Bahwa Kitab Suci Tadzkirah Sama
Sucinya Dengan Kitab Suci Al-Qur’an Karena Sama-Sama Wahyu Dari
Allah.
C. Wahyu Tetap Turun Sampai Hari Kiamat Begitu Juga Nabi
Dan Rasul Tetap Diutus Sampai Hari
Kiamat Juga.
D. Mereka Mempunyai Tempat Suci Sendiri Yaitu Qadian Dan
Rabwah.
E. Mereka Mempunyai Surga Sendiri Yang Letaknya Di Qadian
Dan Rabwah Dan Sertivikat Kavling Surga
Tersebut Dijual Kepada Jamaahnya
Dengan Harga Yang Sangat Mahal.
F. Wanita Ahmadiyah Haram Nikah Dengan Laki-Laki Yang
Bukan Ahmadiyah, Tetapi Lelaki
Ahmadiyah Boleh Kawin Dengan Perempuan Yang
Bukan Ahmadiyah.
G. Tidak Boleh Bermakmum Dengan Di Belakang Imam Yang
Bukan Ahmadiyah.
H. Ahmadiyah Mempunyai Tanggal, Bulan, Dan Tahun Sendiri,
Yaitu Nama Bulan:
1.Suluh
2.Tabligh
3.Aman
4. Syahadah
5.Hijrah 6. Ikhsan
7. Wafa
8. Zuhur
9.Tabuk
10.Ikha
11.Nubuwah
12.Fatah.
Nama Tahun Mereka Adalah Hijri Syamsi (Disingkat Hs).
Ajaran
Mereka Menganggap Kita (Yang Bukan Pengikut Ahmadiyyah Itu
Kafir. Makanya Hal Itulah Yang Bertentangan Dengan Akidah Islam Yang Benar.
BAB III
Penutup
Kesimpulan:
Mirza Ghulam
Ahmad Mengakui Dirinya Nabi Dan Rosul Utusan Tuhan. Dia Mengaku Dirinya
Menerima Wahyu Yang Turunnya Di India, Kemudian Wahyu-Wahyu Itu Dikumpulkan
Seluruhnya, Sehingga Merupakan Sebuah Kitab Suci Dan Mereka Beri Nama Kitab
Suci Tadzkirah. Tadzkirah Itu Lebih Besar Dari Pada Kitab Suci Al-Qur’an.
Ahmadiyah
Mempunyai Tanggal, Bulan, Dan Tahun Sendiri, Yaitu Nama Bulan: 1.Suluh
2.Tabligh 3.Aman 4. Syahadah 5.Hijrah 6. Ikhsan 7. Wafa 8. Zuhur 9.Tabuk
10.Ikha 11.Nubuwah 12.Fatah. Sedang Nama Tahun Mereka Adalah Hijri Syamsi
(Disingkat Hs).
Ajaran Mereka
Menganggap Kita (Yang Bukan Pengikut Ahmadiyyah) Itu Kafir. Makanya, Hal Itulah
Yang Bertentangan Dengan Akidah Islam Yang Benar.
Ahmadiyah Masuk
Di Indonesia Tahun 1935, Terutama Di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra
Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, Ntb Dan Lain-Lain.
Aliran Sesat
Ahmadiyah Sudah Banyak Dilarang Secara Local Daerah, Tetapi Belum Secara
Nasional. Lpii Dan Majlis Ulama’ Indonesia Serta Organisasi-Organisasi Islam
Tingkat Pusat Sudah Mengirim Surat Kepada Pemerintah. Kejaksaan Agung Ri Tapi
Belum Berhasil Dan Masih Memerlukan Perjuangan Yang Lebih Intensif Lagi.
PERPUTAKAAN
H. Harto Ahmad Jaiz, Aliran Dan Paham Sesat Di
Indonesia Jakarta. Pustaka Al- Kautsar
2002.
Ahmad syalabi. Mausu’atut-Tarikhil-islami wal-Hadaratil-Islamiyyah.
JuzIII, Qaihrah: Maktabah
an-Nahdatul-Misriyah,1978.
Zuhrul-Islami. JuzIV. Qahirah:Maktabah
an-nahdatul-Misriyah,1964.
Ali, Maulana Muhammad.Mirza Ghulam Ahmad of Qadian:
His Life and Mission. Lahore : Ahmadiyyah
Anjuman Isha’at Islam, 1959.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !